Banyak komunitas otomotif yang melakukan aktifitas bersama disebuah wilayah, aktifitas tersebut dinamakan Konvoi atau iring-iringan kendaraan. Hal ini dilakukan komunitas tersebut agar terlihat positif yaitu eksis, promosi dan terbentuk semangat kebersamaan.

 

Pastikan pada saat konvoi, masyarakat/sesama pengguna jalan menilai convoyer tersebut sebagai cerminan sebuah komunitas dan contoh yang akan ditiru. Apabila salah bertindak dan berprilaku yang negatif, maka otomatis akan membuat nama baik Komunitas tersebut akan tercemar.  Untuk itu, kami mencoba untuk berbagi dan mengenali tentang apa dan bagaimana Konvoi yang aman.

 

KENDARAAN

Pastikan pengemudi memahami dan mampu menguasai kendaraan yang akan dipergunakan untuk konvoi.

  1. JENIS kendaraannya, lihat tahun pembuatannya dan utamanya kemampuan dalam melakukan pengereman .
  2. DIMENSI kendaraannya, apabila yang melakukan konvoi berbeda dimensinya, pastikan kendaraan yang berdimesi kecil ditaruh pada barisan depan kemudian sedang dan yang paling belakang yang besar, hal ini dilakukan agar blindspot yang dihadapi para Convoyer menjadi kecil.
  3. KECEPATAN, lebih mudah konvoi dilakukan oleh kendaraan yang memiliki kemampuan yang hampir sama, lakukan pengelompokan berdasarkan CC apa bila diperlukan untuk menyesuaikan kecepatan kendaraannya, kecepatan maksimal dalam berkonvoi yang aman 60km/jam dan lakukan jaga jarak dengan aman, pastikan para Convoyer memiliki kemampuan reaksi mengerem dengan baik dan dapat melakukan pengamatan dengan cermat.
  4. FITUR, paling penting dipahami adalah fitur pengereman yang ada di kendaraan, apakah ada ABS, ABD dll atau masih manual? Didalam sebuah konvoi, taruh kendaraan yang memiliki fitur minim di barisan depan dan yang fitur canggih dibelakang. Hal ini dilakukan karena kendaraan yang memiliki fitur pengereman canggih dapat menyesuaikan kendaraan yang masih manual apabila harus melakukan emergency braking.


WAKTU

Tentukan Arah tujuan ke lokasi yang :

  1. RUTE nya terpendek dan teraman, kenali daerah tersebut dan perilaku pengemudi/pengendaranya.
  2. LALU LINTAS, Kenali rambu-rambu lalu lintas disepanjang perjalanan, hal ini membantu penggunanya untuk selalu dan terus waspada. Kenali dan hindari daerah yang berlalulintas padat/banyak memiliki simpul-simpul jalan atau daerah lingkungan keramaian (pasar, terminal dll).
  3. CUACA,  Rancang perjalanan konvoi dengan cermat, apabila harus maka lakukan dengan aman dan berhati-hati.
  4. BREAK POINT,  Melalui perencanaan yang matang, tentukan dimana titik Convoyer harus beristirahat, lakukan mengemudi aman maksimal 2 jam perjalanan dan beristirahat 30 menit.
  5. RESIKO BAHAYA, Kenali juga resiko-resiko apa yang akan dihadapi selama konvoi berlangsung (jalan raya, tebing, tanah longsor, kendaraan besar, motor dll).

 

TIPE KONVOI

TOURIST

Konvoi yang ditunggangi oleh pengguna kendaraan lain dan  memanfaatkan fasilitas konvoi tersebut atau peserta konvoi yang tidak tertib. Biasanya konvoi ini tidak memiliki tujuan dan arah yang jelas.


TERRORIST

Konvoi yang pengemudinya agressive dan cenderung urakan, memaksa pengguna jalan lain untuk memberi jalan dan menjauh dari Convoy, biasanya memainkan gas, klakson, berzigzag bahkan kadang pengemudinya main tangan dan berteriak.


HOSTAGE

Konvoi yang  biasa dilakukan selama ini. Metodenya ada Captain didepan dan ada Sweeper dibelakang. Convoyer terkurung didalam barisan konvoi tersebut.  Kelemahannya adalah sering kali membuat kemacetan panjang  dan mengganggu pengguna jalan lain


CLUSTER

Konvoi yang membagi kendaraanya dengan pengelompokan, bisa bedasarkan CC, jenis atau apapun yang berorientasi keselamatan dan keamanan. Masing-masing kelompok terdiri maksimal 5 kendaraan dan dikomandoi oleh pengemudi professional/senior/certified. Sistem konvoi ini memiliki banyak keuntungan: tidak membutuhkan Voorijder, tidak membuat kemacetan panjang, tidak mengganggu pengguna jalan lain, tidak ribet dan minim resiko kecelakaan.


LEADER

Pengemudi yang ditunjuk dan diberi kepercayaan dalam sebuah konvoi untuk memimpin didepan.  Apapun tipe konvoi yang akan diterapkan oleh komunitas, leader tersebut haruslah memiliki kompetensi  baik  knowledge, skill dan perilaku mengemudi yang baik. Karena gaya dan teknik mengemudinya otomatis akan ditiru oleh pengemudi dibelakangnya. 

LEADER  tersebut bertanggung jawab  membuat  “Rules of the Game” nya, seperti:

  1. Jaga jarak aman kendaraan
  2. Berkonvoi masing masing kendaraan tidak segaris, agar blindspot nya kecil dan dapat melakukan reaksi dengan cepat.
  3. Kecepatan kendaraannya dalam berkonvoi.
  4. Apakah boleh saling susul.
  5. Apabila Convoyer mengalami fatique, apa yang harus dilakukan.
  6. Alat komunikasi apa yang akan dipakai dan alat komunikasi apa yang haram digunakan. Leader tersebut paham akan regulasi lalu lintas International (Hazard lamp “ON”hanya utk kendaraan berhenti yang bermasalah) .
  7. Menentukan urutan kendaraan dari paling depan sampai yang dibelakang.